resourceone.info Technology Buku Filsafat Cinta Pdf

BUKU FILSAFAT CINTA PDF

Saturday, August 10, 2019


Download Buku Filsafat Cinta by Amber Martin. Dec 26, buku filsafat cinta, buku filsafat cinta pdf, buku filsafat cinta sabrina maharani pdf, buku filsafat . Pendidikan - PDF Free Download - resourceone.info Buku Pengantar Filsafat Ilmu Pdf Download. Download free Download Buku Filsafat Cinta Pdf, silsila film songs. buku filsafat cinta sabrina maharani pdf In the s, the United States and Great Britain were involved in the affairs of Iran. The synapse is the extracellular.


Buku Filsafat Cinta Pdf

Author:ROXANN WILMOT
Language:English, Spanish, Arabic
Country:Samoa
Genre:Science & Research
Pages:675
Published (Last):12.06.2016
ISBN:816-1-37277-442-4
ePub File Size:23.46 MB
PDF File Size:16.71 MB
Distribution:Free* [*Regsitration Required]
Downloads:43492
Uploaded by: TENISHA

CRITICAL BOOK REPORT D I S U S U N OLEH: NAMA: LISBETH SARAGIH NIM: KELAS/PRODI: REGULER E1/PGSD DOSEN. negeri filsafat berasal dari griek berasal dari kata pilos (cinta), sophos ( kebijaksanaan), filsafat buku filsafat umum resourceone.info - free download - freebookee. Anatomi Cinta book. To ask other readers questions about Anatomi Cinta, please sign up. kirain buku apaan. saya iseng beli. ternyata buku filsafat. rumit. :p.

Semalam suntuk kau harus bernyanyi padaku dengan duriku yang menusuk menembus jantungmu, dan darahmu, yang menopang hidupmu, harus dialirkan pada pembuluh darahku, sehingga darah itu menjadi milikku.

Bayangkan betapa menyenangkannya duduk di kayu yang hijau, dan untuk mengamati Matahari dalam kereta emasnya, dan Bulan dalam kereta mutiaranya.

Menikmati harumnya tanghulu [4] , dan harumnya bunga lonceng biru yang tersembunyi dalam lembah, dan hembusan angin dari bukit yang membawa semerbak harum bunga-bunga yang tumbuh diantara semak. Namun Cinta jauh lebih berharga dari kehidupan, dan apa artinya jantung seekor burung dibandingkan degup cinta seorang manusia?

Bayangnya menyelinap diantara semak-semak, layaknya perahu yang berlayar diatas pepohonan.

Anatomi Cinta

Sang Pelajar muda masih berbaring terdiam diatas rumput yang sama saat ia tinggalkan, dan airmata masih menggenangi matanya yang indah.

Aku akan membuatnya dari lagu cinta yang dinyanyikan dibawah sinar rembulan, dan mewarnainya dengan darah yang mengalir dari jantungku sendiri.

Sebagai gantinya aku memintamu untuk menjadi pecinta sejati, karena Cinta lebih bijaksana daripada Filsafat, walaupun Filsafat itu bijak, Cinta itu lebih kuat daripada Kekuasaan, walaupun Kekuasaan itu kuat. Sayap-sayap cinta berwarna merah api, dan tubuhnya berkobar layaknya nyala api. Bibirnya semanis madu, dan nafasnya seharum rempah-rempah.

Tetapi sang Pohon Ek [5] mengerti dan ia menjadi sedih karena ia sangat senang dengan Sang Burung Bulbul kecil yang telah membangun sarang diatas cabangnya. Ketika ia telah selesai bernyanyi Sang Pelajar muda bangun, menarik buku catatan kecil dan sebatang pensil keluar dari sakunya. Kukira tidak. Bahkan pada kenyataannya, ia seperti seniman-seniman kebanyakan yang mengutamakan gaya; tanpa ketulusan.

Burung itu tidak akan mengorbankan dirinya untuk mahluk lainnya. Yang ia pentingkan hanya musik, dan semua orang tahu bahwa seni itu egois. Meski demikian, harus diakui bahwa ia memiliki nada-nada yang indah ketika bernyanyi. Sayang sekali bahwa nada-nada tersebut tidak memiliki arti, dan tidak berguna. Dan ketika cahaya bulan mulai berpendar di langit Sang Burung Bulbul terbang menghampiri Pohon Mawar dan menekankan dadanya pada duri pohon. Semalam suntuk ia menyanyi dan menghujamkan dadanya pada duri, bulan yang serupa kristal dingin pun mulai merunduk dan mendengarkan.

Semalam suntuk ia bernyanyi dan duri pohonpun mulai menusuk dalam dan lebih dalam lagi menembus dadanya sehingga darah nadi kehidupannya mulai mengalir surut menjauhinya. Ia membuka nyanyiannya dengan membawakan lagu tentang kelahiran cinta dihati seorang anak lelaki dan anak perempuan.

Related Post: BUKU SAKU PRAMUKA PDF

Dan pada tunas pohon bunga mawar muncullah kuntum bunga yang menakjubkan diikuti helai demi helai yang tumbuh seiring lagu demi lagu dinyanyikan. Pucat pada awalnya, sepucat kabut yang menggantung di sungai-- pucat, sepucat kaki-kaki pagi hari, dan seperak sayap-sayap subuh. Apakah penyebutan isme-isme dalam struktur Filsafat Barat dapat diterapkan pada struktur Filsafat Indonesia?

Ada 2 kemungkinan. Tan Malaka dan D. Aidit, karena itu, dapat disebut sebagai filosof Marxist. Tapi, pada galibnya, filosof-filosof Indonesia memiliki doktrin-doktrin khas, yang berbeda dari yang biasa ditemukan dalam teks-teks Filsafat Barat. Jadi, peneliti filsafat boleh saja meminjam kategorisasi isme Barat atau boleh pula membuat kategorisasinya sendiri, sesuai dengan tema-tema yang diangkat oleh seorang filosof di negaranya. Kedua cara pembuatan isme tadi akan kita terapkan pada struktur Filsafat Indonesia.

Cara 1 penulis terapkan ketika membuat isme-isme seperti Soekarnoisme dan Soehartoisme. Untuk maksud pengantar, disini akan dibahas sedikit tentang isme-isme dalam Filsafat Indonesia. Artinya, suatu filsafat digabungkan dengan filsafat lainnya untuk membentuk struktur filsafat yang baru.

Biasanya, filsafat-filsafat yang dicampur-baur itu berlawanan sifatnya, berbeda isinya, kontras nuansanya. Contoh sintesisme yang paling populer di mata sejarawan filsafat ialah apa yang dilakukan Mpu Prapanca , seorang filosof yang hidup di masa pemerintahan Kertanegara dari Dinasti Singhasari. Cara yang sama juga ditempuh oleh Mpu Tantular, seorang filosof yang hidup di masa pemerintahan Hayam Wuruk , yang menulis buku Sutasoma, di dalamnya ia berhasil memadukan filsafat Buddhisme dengan Syiwaisme-Hindu.

Perpaduan dua filsafat India yang amat berbeda itu—Buddhisme justru lahir di India sebagai reaksi negatif terhadap Hinduisme—oleh filosof-filosof Indonesia melahirkan corak filsafat yang baru, yang terkenal sebagai filsafat Tantrayana. Soekarno, seorang pendiri Republik kita, juga seorang sintesist.

Dia mencoba menyintesa tiga aliran filsafat yang amat bertolak-belakang: Nurcholish Madjid, seorang filosof Islam, juga seorang sintesist. Beliau mencoba menyintesa tiga aliran filsafat yang berbeda: Berbeda dengan Soekarno, Nurcholish sangat berhasil, karena amat didukung penguasa saat itu. Artinya, suatu filsafat diubah sedemikian rupa, sehingga menjadi sesuai dengan situasi Iindonesia dan dapat digunakan dalam konteks Indonesia. Biasanya, yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi Indonesia adalah filsafat-filsafat asing, bukan filsafat asli Indonesia sendiri.

Filosof yang tergolong isme ini umumnya berasumsi bahwa segala produksi filsafat bersifat lokal, regional, dan partikular; tidak ada filsafat yang universall secara absolut.

Karena itu pula, kebenaran filsafat tidak pernah universal-absolut. Menurut logika mereka, misalnya, Marxisme yang lahir dari sejarah lokal Barat tidak bisa diterapkan atau dicangkok begitu saja pada sejarah kongkrit Indonesia, karena kedua area itu memiliki struktur budaya dan peradaban yang berbeda.

Marxisme yang hendak dibangun akar-akarnya di Indonesia harus diubah sedemikian rupa, sehingga sesuai dengan alam Indonesia. Utami Munandar, D. Aidit, dan lain-lain adalah contoh dari filosof adaptasionist yang mengadaptasikan Filsafat Barat ke dalam situasi kongkrit Indonesia.

Nasi goreng adalah makanan asli tradisional yang biasanya digoreng dengan minyak kelapa. Namun, jika margarin yang berasal dari Belanda dapat membuat nasi goreng itu bertambah enak, maka tak ada alasan seseorang harus menolak penggunaan margarin itu, selama yang menggorengnya ialah orang Indonesia sendiri. Begitu pula dengan H.

Lamaisme Isme ini bertolak dari pandangan, bahwa segala tradisi lama, tradisi primordial, dan tradisi asli Indonesia adalah tradisi yang harus dilestarikan, sebab dalam tradisi itulah terletak asal dan tujuan keberadaan manusia Indonesia, alpha dan omega kehidupan manusia Indonesia, sangkan dan paran dari penciptaan manusia Indonesia.

Semua filosof etnik Indonesia seperti M. Nasroen, Sunoto, R. Pramono Jakob Sumardjo, P. Lamaisme menjadi trend kembali di era Orde Baru, karena filosof lamaist menemukan borok-borok modernisasi Barat sekuler yang diusulkan filosof baruist.

Law of Success (21st Century Edition)

Semua filosof agama, baik dari Islam, Katolik, Protestantisme, Buddhisme, Hinduisme, dan Konfusianisme, yang menolak pembaruan religious reforms dalam dogmatika tradisionalnya juga dapat masuk dalam kelompok lamaisme ini. Baruisme Isme ini adalah lawan dari lamaisme. Apa yang hendak dilestarikan oleh lamaisme akan diserang dan dibatalkan oleh baruisme, karena ia bertolak pada anggapan bahwa segala tradisi lama adalah tradisi yang tidak membawa kepada kemajuan, tradisi usang yang tidak lagi relevan dengan zaman yang terus berubah, atau tradisi dekaden yang apabila tetap dilestarikan akan membuat Indonesia tidak pernah maju.

Isme ini sangat anti dengan filsafat etnik asli, karena, dalam logika tokoh-tokohnya, filsafat etnik masih melestarikan feudalisme dan sukuisme yang justru dianggap sebagai musuh kebudayaan baru Indonesia. Tan Malaka, dalam bukunya Massa Actie, amat mencela tradisi lama dan mengusulkan tradisi baru yang diambil dari tradisi Barat.

Begitu pula halnya dengan Sutan Takdir.

Sejak polemiknya yang terkenal di era an dengan Ki Hajar Dewantara hingga tulisan-tulisannya sampai beliau wafat, Sutan Takdir secara konsisten mengutuk tradisi lama dan mengusulkan tradisi baru Barat sebagai gantinya. Nurcholish, lantas, mengusulkan desakralisasi atau sekularisasi, yang pada intinya merupakan pemutusan langsung direct shift dan penolakan tegas untuk melestarikan Masyumisme kuno.

Sebagai gantinya, Nurcholish menciptakan prinsip baru yang amat revolusioner di era an, Islam, Yes! Partai Islam, No! Terpimpinisme bertolak dari pandangan bahwa rakyat Indonesia masih membutuhkan figur seorang pemimpin yang dapat mendidik mereka, melindungi mereka, menunjuki mereka, dan memandu mereka untuk menuju kemajuan. Soeharto dapat pula dimasukkan ke dalam filosof terpimpinist ini.

Anatomi Cinta

Lalu pertanyaannya kemudian adalah apakah sejarawan filsafat Indonesia juga harus mengikuti pembagian periode seperti itu? Jika memang harus mengikuti periodisasi Barat dan Cina itu, kapankah periode Klasik dari Filsafat Indonesia itu?

Bisa saja dikatakan bahwa periode Klasik dari Filsafat Indonesia adalah periode yang dihitung sejak era neolitik sekitar SM hingga awal abad 19 M, lalu periode Modern sejak awal abad 19 M hingga era Soeharto lengser, dan periode Kontemporer sejak Soeharto lengser hingga detik ini Sekilas nampaknya periodisasi tadi tidak problematik, tapi jika ditelaah lebih dalam mengandung banyak persoalan.

Persoalan-persoalan yang muncul ialah seperti: Apakah perbedaan periode itu didasarkan pada perbedaan point of concern pusat perhatian yang dikaji filosof di era tertentu? Banyaknya persoalan yang muncul dengan mengikuti periodisasi ala Barat dan Cina menunjukkan, bahwa model periodisasi seperti itu tidak tepat untuk sejarah Filsafat Indonesia. Harus dicari model periodisasi lain yang dapat memuat kurang-lebih segala filsafat yang pernah diproduksi sejak era neolitikum hingga sekarang.

Di bawah ini akan diajukan 2 model periodisasi yang mungkin lebih cocok untuk penulisan sejarah Filsafat Indonesia. Periodisasi Berdasarkan Interaksi Budaya Periodisasi Filsafat Indonesia dapat dibuat berdasarkan datangnya budaya-budaya asing yang berinteraksi dengan budaya asli Indonesia, dengan cara membuat kronologi historis dan menyebutkan dari budaya dunia mana sumber filosofis itu berasal-mula.

Periode Etnik dimulai ketika filsafat etnik asli Indonesia masih dipeluk dan dipraktekkan oleh orang Indonesia sebelum kedatangan filsafat asing. Filsafat Indonesia pada periode Etnik, misalnya, berisi mitologi filosofis, pepatah-petitih, peribahasa, hukum adat, dan segala yang asli dalam filsafat-filsafat etnik Indonesia. Periodisasi Berdasarkan Kejadian Historis Penting Periodisasi Filsafat Indonesia juga dapat dibuat berdasarkan kejadian-kejadian penting dalam perjalanan sejarah Indonesia, seperti periode pra-Kemerdekaan, periode Kemerdekaan, periode Soekarno, periode Soeharto, dan periode paska-Soeharto.

Yang termasuk dalam periode pra-Kemerdekaan ialah filsafat-filsafat mitologi etnik asli Indonesia, filsafat adat etnik Indonesia, filsafat Konfusianisme, filsafat Hinduisme dan Buddhisme, filsafat Tantrayana, filsafat Islam-Arab, filsafat Sufisme Persia, dan filsafat Pencerahan Barat. Sedangkan filsafat-filsafat yang masuk dalam periode Kemerdekaan ialah filsafat Modernisme Islam, filsafat Marxisme-Leninisme, filsafat Maoisme, filsafat Sosialisme Demokrat, dan filsafat Demokrasi. Periode Soeharto dimulai ketika filsafat Modenisasi dan Developmentalisme didewa-dewakan, kemudian filsafat Pancasila, filsafat Ekonomi Pancasila, filsafat Kebatinan, filsafat sekularisme yang sedang marak.

Periode paska-Soeharto dimulai ketika kritik terhadap filsafat Developmentalisme marak dan filsuf mencari alternatif pada filsafat-filsafat lain seperti Liberasionisme, Transformatifisme, Reformisme, dan Revolusionisme.

Kegunaan metode dalam lapangan filsafat sungguh sangat besar. Filsafat adalah realitas yang terus bergerak abadi dan berseliweran di depan mata seorang filosof, karena sejarah waktu dan ruang terus berubah abadi. Hanya metodelah yang mampu membuat still photo dari realitas filsafat yang bergerak abadi itu. Banyak sekali metode yang dapat digunakan untuk memahami gejala filsafat di Indonesia, mulai dari yang imported hingga yang dikembangkan sendiri di tanah-air.

Di bawah ini hanya sekadar contoh dari beberapa metode pengkajian filsafat yang telah dilakukan oleh beberapa pengkaji Filsafat Indonesia.

Metode Survival Economy Metode ini mengingatkan kita pada dikotomi superstructure-infrastructure dalam Marxisme. Marx pernah berpendapat bahwa produksi budaya superstructure —mencakup agama, seni, dan filsafat—berjalan bersamaan dengan jenis produksi ekonomis infrastructure.

Bahkan, infrastructurelah yang menentukan corak superstructure. Begitupula dengan mode of production kapitalisme, yang melahirkan budaya kapitalistik. Menurut Jakob, filsafat suatu masyarakat di Indonesia tergantung pada cara masyarakat itu bertahan hidup survive ; cara masyarakat itu memanfaatkan alam sekitarnya demi kelangsungan hidup komunalnya. Jika masyarakat itu dapat bertahan hidup dengan cara bersawah, maka filsafat yang diproduksi akan berhubungan dengan sawah konsep kesuburan, konsep hari baik, konsep musim baik, konsep hidup sesuai alam, dll.

Metode Historis Metode ini adalah metode yang paling kuno untuk mengkaji fenomena kemanusiaan, termasuk fenomena filsafat. Filsafat Indonesia pertama-tama ditaruh dalam bingkai sejarah, lalu diurai dalam suatu kronologi, kemudian dalam kronologi itu dimasukkan nama-nama tokoh Filsafat Indonesia. Titik-tolak Ferry ialah pandangan bahwa filsafat—dimanapun dan kapanpun ia diproduksi— merupakan produk sejarah, dan karena itu, maka konteks sejarah yang melingkari filsafat itu harus ditemukan jika filsafat hendak dipahami secara lebih baik.

Filsafat Marxisme, misalnya, akan lebih baik dipahami jika ditemukan konteks historis yang melingkari produksi Marxisme itu: Realitas politik apa di era Marx dan Engels hidup yang mendorong mereka membangun classless society? Jika semua pertanyaan itu dapat ditemukan jawabannya lewat kajian historis, maka filsafat Marxisme dapat dipahami secara lebih dalam.

Metode Komparasi dan Kontras Cara lain untuk mengkaji Filsafat Indonesia ialah dengan cara mencari perbedaan dan kesamaan di antara filsafat-filsafat sejagat yang ada, lalu perbedaannya ditunjukkan, sehingga nampak fitur distingtif dari Filsafat Indonesia. Nasroen menggunakan metode perbandingan dan kontras untuk menunjukkan segi-segi berbeda dari Filsafat Indonesia yang membedakannya dari filsafat-filsafat sejagat lainnya dalam karyanya Falsafah Indonesia.

Ia membandingkan tradisi Filsafat Barat, Filsafat Timur, dan Filsafat Indonesia, lalu berkesimpulan bahwa Filsafat Indonesia amat berbeda dari dua filsafat lainnya karena mengajarkan ajaran-ajaran asli tentang mupakat, pantun-pantun, Pancasila, hukum adat, ketuhanan, gotong-royong, dan kekeluargaan.

Metode Kritik Teks Metode ini mengkaji Filsafat Indonesia langsung dari teks-teks filsafat yang diwariskan seorang filosof tertentu. Artinya, semua karya seorang filosof Indonesia dikumpulkan, lalu ditelaah secara seksama, diperhatikan konsep-konsep utamanya.

Setelah selesai ditelaah, dibangunlah beberapa kesimpulan tentang teks itu, dan dari kesimpulan itu dibangunlah pengertian tentang struktur filsafat yang dibangun teks itu.

Metode ini telah diterapkan P. Zoetmulder, Sunoto, R. Pramono, dan Jakob Sumardjo dalam karya-karya mereka. Untuk memahami konsep-konsep kenegaraan Jawa Kuno, Sunoto mengunjungi candi-candi di Jawa, mengamati relik-relik candi untuk merenungi pesan cerita yang dipahatkan di atasnya, menghirup udara di sekitar candi, bersemadi di dalam area candi untuk merasakan auranya, mencoba memasukkan citra fisik dan citra metafisik dari candi itu ke dalam badan dan jiwanya, dan saat itu semua berhasil diinternalisir, Sunoto menghentikan semadinya dan kemudian membangun konsep-konsep subjektif tentang konsep kenegaraan Jawa darinya.

Selain metode di atas, tentu saja masih banyak metode lainnya yang dapat dipakai dalam memahami gejala dan realitas Filsafat Indonesia. Filsafat Etnik 1. Metafisika dalam Budaya Jawa 2. Metafisika dalam Budaya Sunda 3. Metafisika dalam Budaya Bugis 4. Metafisika dalam Budaya Bali 5. Metafisika dalam Budaya Batak 6.

LISBETH.docx

Metafisika dalam Budaya Riau 7. Metafisika dalam Budaya Lombok 8. Metafisika dalam Budaya Kalimantan 9. Metafisika dalam Budaya Sulawesi Metafisika dalam Budaya Papua Etika dalam Budaya Sunda Etika dalam Budaya Batak Etika dalam Budaya Bugis Etika dalam Budaya Kalimantan Etika dalam Budaya Papua Teori Pengetahuan dalam Budaya Jawa Teori Pengetahuan dalam Budaya Bali Teori Pengetahuan dalam Budaya Lombok Teori Pengetahuan dalam Budaya Sunda Teori Pengetahuan dalam Budaya Papua Teori Pengetahuan dalam Budaya Riau Teori Pengetahuan dalam Budaya Kalimantan Teori Pengetahuan dalam Budaya Batak Konsep Kekuasaan dalam Budaya Jawa Konsep Kekuasaan dalam Budaya Bali Konsep Kekuasaan dalam Budaya Batak Konsep Kekuasaan dalam Budaya Bugis Konsep Kekuasaan dalam Budaya Kalimantan Konsep Kekuasaan dalam Budaya Papua Konsep Manusia dalam Budaya Jawa Konsep Manusia dalam Budaya Bali Konsep Manusia dalam Budaya Batak Konsep Manusia dalam Budaya Bugis Konsep Manusia dalam Budaya Riau Konsep Manusia dalam Budaya Papua Kosmologi dalam Budaya Jawa Kosmologi dalam Budaya Sunda Kosmologi dalam Budaya Bali Kosmologi dalam Budaya Bugis Kosmologi dalam Budaya Lombok Kosmologi dalam Budaya Sulawesi Kosmologi dalam Budaya Papua Konsep Tuhan dalam Budaya Jawa Konsep Tuhan dalam Budaya Bali Konsep Tuhan dalam Budaya Lombok Konsep Tuhan dalam Budaya Lampung Konsep Tuhan dalam Budaya Palembang Konsep Tuhan dalam Budaya Aceh Konsep Tuhan dalam Budaya Batak Konsep Tuhan dalam Budaya Riau Teleologi dalam Budaya Jawa Teleologi dalam Budaya Bali Teleologi dalam Budaya Batak Teleologi dalam Budaya Bugis Teleologi dalam Budaya Kalimantan Teleologi dalam Budaya Papua Fungsi Adat dalam Budaya Jawa By that I mean, have an interactive powershell prompt in a tool window?

Kindness, Dan. It will save you time and effort, eliminating. Looking for a new, exciting editor for your PowerShell software development work? Look no further than the extensible, fast Visual Studio Code!.

Welcome to Part 2 about editing features of Visual Studio Code. Generates the Windows Forms code and allows remote debugging!Biasanya, filsafat-filsafat yang dicampur-baur itu berlawanan sifatnya, berbeda isinya, kontras nuansanya. Metafisika dalam Negarakertagama 3. Hanifah Nurhasanah rated it really liked it Oct 10, George Allen and Uniwin, Ltd.

Ada benang merah yang nyata, antara sumbangan pemikiran dalam Physica yang ditulisnya , dengan Almagest oleh Ptolemeus , Principia dan Opticks dari Newton , serta Experiments on Electricity oleh Franklin , Chemistry dari Lavoisier , Geology ditulis oleh Lyell , dan The Origin of Species hasil pemikiran Darwin.