resourceone.info Politics Ebook Kimia Kelas 11 Ipa

EBOOK KIMIA KELAS 11 IPA

Friday, July 5, 2019


buku kimia kelas xi pdf. 9/3/ 0 Comments Buku Pegangan Guru IPA SMP Kelas 8Calendar Matematohir. 01 Matemtika Kelas XI Technology. Link download Ebook KIMIA Kelas 2 SMA oleh Siti Poppy: resourceone.infoire. com/view/pw11kvxasgdp/Siti_Poppy-KIMIA_Kelas_2_SMA. p Panduan Pembelajaran Kimia: Untuk SMA & MA Kelas XI / penulis, Suwardi Pendidikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi.


Ebook Kimia Kelas 11 Ipa

Author:LAURAN KHAZDOZIAN
Language:English, Spanish, Hindi
Country:Vietnam
Genre:Fiction & Literature
Pages:582
Published (Last):18.02.2016
ISBN:358-8-74711-193-3
ePub File Size:29.44 MB
PDF File Size:8.86 MB
Distribution:Free* [*Regsitration Required]
Downloads:45845
Uploaded by: LENARD

I found one site (database) with millions of pdf ebooks, programs, music, films, etc , but I don't know if there is termokimia kelas 11 pdf files. Kunci Jawaban Buku Kimia Erlangga Penulis Michael Purba Sma Kelas 11 Semester 1 | Added By Users -> resourceone.info 4bac0 1. Yang dimaksud. I found one site (database) with millions of pdf ebooks, programs, music, films, etc , but I don't know if there is termokimia kelas xi pdf file, or not?.

Bentuk dan orientasi orbital 2s diberikan pada gambar. Sama dengan orbital 1s, rapatan muatan terbesar adalah pada titik-titik sekitar inti.

Rapatan menurun sampai mencapai nol pada jarak tertentu dari inti. Daerah tanpa peluang menemukan elektron ini disebut simpul. Selanjutnya, rapatan muatan elektron meningkat kembali sampai mencapai maksimum, kemudian secara bertahap menurun mendekati nol pada jarak yang lebih jauh.

Peluang terbesar menemukan elektron pada orbital 2s adalah pada awan lapisan kedua. Sedangkan untuk orbital 3s juga mempunyai pola yang mirip dengan orbital 2s, tetapi dengan 2 simpul. Orbital p Rapatan muatan elektron orbital 2p adalah nol pada inti gambar 1. Masing-masing diberi nama px , py , dan pz a b c Gambar 1.

Kontur yang disederhanakan dari ketiga orbital 2p diberikan pada gambar 1. Distribusi rapatan muatan elektron pada orbital 3p ditunjukkan pada gambar 1. Sedangkan kontur orbital 3p dapat juga digambarkan seperti gambar 1.

Kelima orbital d itu diberi nama sesuai dengan orientasinya, sebagai 2 2 x — x ,d dxy , dxz , dyz , dan z d 2.

Kontur dari kelima orbital 3d diberikan pada gambar 1. Walaupun orbital z d 2 mempunyai bentuk yang berbeda dari empat orbital d lainnya, tetapi energi dari kelima orbital itu setara. Orbital f lebih rumit dan lebih sukar untuk dipaparkan, tetapi hal itu tidaklah merupakan masalah penting. Konfigurasi Elektron Suatu cara penulisan yang menunjukkan distribusi elektron dalam orbital- orbital pada kulit utama dan subkulit disebut konfigurasi elektron.

Pada penulisan konfigurasi elektron perlu dipertimbangkan tiga aturan asas , yaitu prinsip Aufbau, asas larangan Pauli, dan kaidah Hund. Prinsip Aufbau Elektron-elektron dalam suatu atom berusaha untuk menempati subkulit- subkulit yang berenergi rendah, kemudian baru ke tingkat energi yang lebih tinggi. Dengan demikian, atom berada pada tingkat energi minimum. Inilah yang disebut prinsip Aufbau.

Urutan-urutan tingkat energi di- tunjukkan pada gambar 1. Jadi, pengisian orbital dimulai dari orbital 1s, 2s, 2p, dan seterusnya. Pada gambar dapat dilihat bahwa subkulit 3d mempunyai energi lebih tinggi daripada subkulit 4s.

Oleh karena itu, setelah 3p terisi penuh maka elektron berikutnya akan mengisi subkulit 4s, baru kemudian akan mengisi subkulit 3d. Kaidah Hund Untuk menyatakan distribusi elektron-elektron pada orbital-orbital dalam suatu subkulit, konfigurasi elektron dapat dituliskan dalam bentuk diagram orbital. Suatu orbital dilambangkan dengan strip, sedangkan dua elektron yang menghuni satu orbital dilambangkan dengan dua anak panah yang berlawanan arah.

Jika orbital hanya mengandung satu elektron, anak panah dituliskan mengarah ke atas. Dalam kaidah Hund, dikemukakan oleh Friedrich Hund — pada tahun , disebutkan bahwa elektron-elektron dalam orbital-orbital suatu subkulit cenderung untuk tidak berpasangan. Elektron-elektron baru berpasangan apabila pada subkulit itu sudah tidak ada lagi orbital kosong. Larangan Pauli Pada tahun , Wolfgang Pauli — mengemukakan bahwa tidak ada dua elektron dalam satu atom yang boleh mempunyai keempat bilangan kuantum yang sama.

Dua elektron yang mempunyai bilangan kuantum utama, azimuth, dan magnetik yang sama dalam satu orbital, harus mempunyai spin yang berbeda. Kedua elektron tersebut berpasangan. Setiap orbital mampu menampung maksimum dua elektron. Untuk mengimbangi gaya tolak-menolak di antara elektron-elektron tersebut, dua elektron dalam satu orbital selalu berotasi dalam arah yang berlawanan.

Subkulit s 1 orbital maksimum 2 elektron Subkulit p 3 orbital maksimum 6 elektron Subkulit d 5 orbital maksimum 10 elektron Subkulit f 7 orbital maksimum 14 elektron 1. Jelaskan gagasan dari ahli-ahli berikut berkaitan dengan perkembangan teori atom. Max Planck b. Niels Bohr c. Louis de Broglie d. Erwin Schrodinger e. Werner Heisenberg 2.

Spektrum unsur merupakan spektrum garis. Bagaimana Niels Bohr menjelaskan fakta tersebut? Jelaskan perbedaan istilah orbit dalam model atom Niels Bohr dengan orbit dalam istilah mekanika kuantum! Jelaskan masing-masing bilangan kuantum dalam menyatakan kedudukan suatu elektron dalam suatu atom! Berapakah jumlah elektron maksimum dalam: Gambarkan orbital 1s, 2s, 2p, 2px , 2py , dan 2pz dalam satu gambar! Jelaskan beberapa istilah berikut ini! Prinsip Aufbau b. Kaidah Hund c.

Asas larangan Pauli 8. Tuliskan konfigurasi beberapa unsur berikut ini, kemudian tentukan jumlah elektron pada masing-masing kulit atomnya! Tuliskan konfigurasi elektron dari ion-ion berikut.

Mengapa elektron mengisi kulit N, sedangkan kulit M belum terisi penuh? Lajur-lajur hori- zontal periode disusun berdasarkan kenaikan nomor atom, sedangkan lajur-lajur vertikal golongan berdasarkan kemiripan sifat. Sedangkan pada pokok bahasan ini, kita akan mempelajari hubungan antara sistem periodik dengan konfigurasi elektron.

Hubungan Sistem Periodik dengan Konfigurasi Elektron Para ahli kimia pada abad ke mengamati bahwa terdapat kemiripan sifat yang berulang secara periodik berkala di antara unsur-unsur. Kita telah mempelajari usaha pengelompokan unsur berdasarkan kesamaan sifat, mulai dari Johann Wolfgang Dobereiner — pada tahun dengan kelompok-kelompok triad.

JURNAL PENDIDIKAN KIMIA

Kemudian pada tahun , John Alexander Reina Newlands — mengemukakan pengulangan unsur-unsur secara oktaf, serta Julius Lothar Meyer — dan Dmitri Ivanovich Mendeleev — pada tahun secara terpisah berhasil menyusun unsur-unsur dalam sistem periodik, yang kemudian disempurnakan dan diresmikan oleh IUPAC pada tahun Unsur-unsur yang jumlah kulitnya sama ditempatkan pada periode baris yang sama.

Unsur-unsur yang mempunyai dua kulit terletak pada periode kedua baris kedua , dan seterusnya. Dengan berkembangnya pengetahuan tentang struktur atom, telah dapat disimpulkan bahwa sifat-sifat unsur ditentukan oleh konfigurasi elektronnya, terutama oleh elektron valensi.

Unsur-unsur yang memiliki struktur elektron terluar elektron valensi yang sama ditempatkan pada golongan kolom yang sama. Dengan demikian, unsur-unsur yang segolongan memiliki sifat-sifat kimia yang sama. Penentuan nomor golongan tidaklah sesederhana seperti penentuan nomor periode.

Distribusi elektron-elektron terluar pada subkulit s, p, d, dan f sangatlah menentukan sifat-sifat kimia suatu unsur. Oleh karena itu, unsur-unsur perlu dibagi menjadi tiga kelompok sebagai berikut. Unsur-unsur Utama Representatif Unsur-unsur utama adalah unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada subkulit s atau subkulit p. Aturan penomoran golongan unsur utama adalah: Nomor golongan sama dengan jumlah elektron di kulit terluar.

termokimia kelas 11 pdf files

Nomor golongan dibubuhi huruf A sistem Amerika. Hidrogen, dengan konfigurasi elektron 1s1 , tidak termasuk golongan IA alkali , meskipun sering ditempatkan sekolom dengan golongan alkali. Akan tetapi, hidrogen tidak dapat dimasukkan ke dalam golongan manapun, dan sebaiknya ditempatkan di tengah-tengah pada bagian atas sistem periodik.

Helium, dengan konfigurasi elektron 1s2 , adalah salah satu gas mulia. Unsur-unsur Transisi Peralihan Unsur-unsur transisi adalah unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada subkulit d.

Berdasarkan prinsip Aufbau, unsur-unsur transisi baru dijumpai mulai periode 4. Pada setiap periode kita menemukan 10 buah unsur transisi, sesuai dengan jumlah elektron yang dapat ditampung pada subkulit d. Diberi nama transisi karena terletak pada daerah peralihan antara bagian kiri dan kanan sistem periodik.

Aturan penomoran golongan unsur transisi adalah: Nomor golongan sama dengan jumlah elektron pada subkulit s di- tambah d. Nomor golongan dibubuhi huruf B. Unsur-unsur Transisi-Dalam Unsur-unsur transisi—dalam adalah unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada subkulit f.

Unsur-unsur transisi-dalam hanya dijumpai pada periode keenam dan ketujuh dalam sistem periodik, dan ditempatkan secara terpisah di bagian bawah. Sampai saat ini, unsur-unsur transisi-dalam belum dibagi menjadi golongan-golongan seperti unsur utama dan transisi. Unsur-unsur ini baru dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu unsur lantanida dan unsur aktinida. Unsur-unsur lantanida seperti lantanum , adalah unsur-unsur yang elektron terakhirnya mengisi subkulit 4f dan unsur-unsur aktinida seperti aktinum , adalah unsur-unsur yang elektron terakhirnya mengisi subkulit 5f.

Kegunaan Sistem Periodik Sistem periodik dapat digunakan untuk memprediksi harga bilangan oksidasi, yaitu: Nomor golongan suatu unsur, baik unsur utama maupun unsur transisi, menyatakan bilangan oksidasi tertinggi yang dapat dicapai oleh unsur tersebut. Hal ini berlaku bagi unsur logam dan unsur nonlogam. Bilangan oksidasi terendah yang dapat dicapai oleh suatu unsur bukan logam adalah nomor golongan dikurangi delapan.

Adapun bilangan oksidasi terendah bagi unsur logam adalah nol. Hal ini disebabkan karena unsur logam tidak mungkin mempunyai bilangan oksidasi negatif. Dapat kita lihat bahwa asas Aufbau bergerak dari kiri ke kanan sepanjang periode, kemudian meningkat ke periode berikutnya.

Blok s: H tergolong nonlogam, sedangkan He tergolong gas mulia. Blok p: Blok d: Blok f: Semua unsur transisi—dalam periode 7, yaitu unsur-unsur aktinida, bersifat radioaktif. Tentukan periode dan golongan masing-masing unsur berikut dalam sistem periodik.

Di antara masing-masing pasangan unsur berikut, tentukan unsur yang mempunyai kereaktifan lebih besar. Natrium dan kalium b. Oksigen dan belerang 3.

Ekonomi Kelas 11 MA/SMA

Tentukan bilangan oksidasi paling tinggi dan paling rendah dari masing-masing unsur berikut. Bagaimanakah kaitan konfigurasi elektron unsur dengan letak unsur dalam sistem periodik?

Tentukan elektron valensi dari: Pada pokok bahasan ini, kita akan mempelajari bentuk molekul dalam ikatan kimia yang akan mempengaruhi gaya tarik-menarik antarmolekul dan sifat-sifat gas. Bentuk Geometri Molekul Bentuk molekul berkaitan dengan susunan ruang atom-atom dalam molekul. Berikut ini bentuk geometri dari beberapa molekul. Kita dapat menentukan bentuk molekul dari hasil percobaan maupun dengan cara meramalkan bentuk molekul melalui pemahaman struktur elektron dalam molekul.

Pada subbab ini, kita akan membahas cara meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori tolak-menolak elektron-elektron pada kulit luar atom pusatnya. Menurut asas Pauli, jika sepasang elektron menempati suatu orbital, maka elektron lain bagaimanapun rotasinya tidak dapat berdekatan dengan pasangan tersebut. Teori ini menggambarkan arah pasangan elektron terhadap inti suatu atom. Gaya tolak-menolak antara dua pasang elektron akan semakin kuat dengan semakin kecilnya jarak antara kedua pasang elektron tersebut.

Selain itu, tolakan yang melibatkan pasangan elektron mandiri lebih kuat daripada yang melibatkan pasangan ikatan Ralph H.

Petrucci, Berikut ini adalah urutan besarnya gaya tolakan antara dua pasang elektron. Domain elektron berarti kedudukan elektron atau daerah keberadaan elektron, dengan jumlah domain ditentukan sebagai berikut Ralph H. Setiap elektron ikatan baik itu ikatan tunggal, rangkap, atau rangkap tiga berarti 1 domain. Setiap pasangan elektron bebas berarti 1 domain.

Antardomain elektron pada kulit luar atom pusat saling tolak-menolak sehingga domain elektron akan mengatur diri mengambil formasi sedemikian rupa, sehingga tolak-menolak di antaranya menjadi minimum. Susunan ruang domain elektron yang berjumlah 2 hingga 6 domain yang memberi tolakan minimum, dapat dilihat pada tabel 1. Urutan kekuatan tolak-menolak di antara domain elektron adalah: Perbedaan daya tolak ini terjadi karena pasangan elektron bebas hanya terikat pada satu atom saja, sehingga bergerak lebih leluasa dan menempati ruang lebih besar daripada pasangan elektron ikatan.

Akibat dari perbedaan daya tolak tersebut adalah mengecilnya sudut ikatan karena desakan dari pasangan elektron bebas. Hal ini juga terjadi dengan domain yang mempunyai ikatan rangkap atau rangkap tiga, yang pasti mempunyai daya tolak lebih besar daripada domain yang hanya terdiri dari sepasang elektron.

Bentuk molekul hanya ditentukan oleh pasangan elektron terikat. CO2 2 3. Tipe molekul dapat dinyatakan dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut. BF3 c. ClF3 b. PCl3 Jawab: AX3 E c.

AX3 E2 Tabel 1. Untuk senyawa biner yang berikatan rangkap atau ikatan kovalen koordinasi, maka jumlah elektron yang digunakan untuk membentuk pasangan terikat menjadi dua kali jumlah ikatan. Tentukan tipe molekul senyawa-senyawa biner rangkap berikut ini. XeO4 b. AX4 b. AX3 Langkah-langkah yang dilakukan untuk meramalkan geometri molekul adalah: Menentukan tipe molekul. Menggambarkan susunan ruang domain-domain elektron di sekitar atom pusat yang memberi tolakan minimum.

Menetapkan pasangan terikat dengan menuliskan lambang atom yang bersangkutan. Menentukan geometri molekul setelah mempertimbangkan pengaruh pasangan elektron bebas. Molekul air, H2 O Langkah 1: Tipe molekul adalah AX2 E2 4 domain. Langkah 2: Susunan ruang pasangan-pasangan elektron yang memberi tolakan minimum adalah tetrahedron. Langkah 3: Menentukan pasangan terikat dengan menuliskan lambang atom yang terikat atom H.

Langkah 4: Molekul berbentuk V bentuk bengkok. Hal ini terjadi karena desakan pasangan elektron bebas. H H Susunan ruang pasangan- pasangan elektron Bentuk molekul Sumber: Petrucci, 4th ed, Teori Hibridisasi Teori domain elektron dapat digunakan untuk meramalkan bentuk molekul, tetapi teori ini tidak dapat digunakan untuk mengetahui penyebab suatu molekul dapat berbentuk seperti itu. Sebagai contoh, teori domain elektron meramalkan molekul metana CH4 berbentuk tetrahedron dengan 4 ikatan C-H yang ekuivalen dan fakta eksperimen juga sesuai dengan ramalan tersebut, akan tetapi mengapa molekul CH4 dapat berbentuk tetrahedron?

Oleh karena ternyata C membentuk 4 ikatan kovalen, dapat dianggap bahwa 1 elektron dari orbital 2s dipromosikan ke orbital 2p, sehingga C mempunyai 4 elektron tunggal sebagai berikut.

Untuk menjelaskan hal ini, maka dikatakan bahwa ketika atom karbon membentuk ikatan kovalen dengan H membentuk CH4 , orbital 2s dan ketiga orbital 2p mengalami hibridisasi membentuk 4 orbital yang setingkat. Orbital hibridanya ditandai dengan sp3 untuk menyatakan asalnya, yaitu satu orbital s dan 3 orbital p.

Sekarang, C dengan 4 orbital hibrida sp3 , dapat membentuk 4 ikatan kovalen yang equivalen. Jadi, hibridisasi adalah peleburan orbital-orbital dari tingkat energi yang berbeda menjadi orbital-orbital yang setingkat. Berbagai tipe hibridisasi disajikan dalam tabel 1. Gaya Tarik Antarmolekul Dalam kehidupan sehari-hari, kita menemukan berbagai jenis zat yang partikelnya berupa molekul dan berbeda fasa. Dalam fasa gas, pada suhu tinggi dan tekanan yang relatif rendah jauh di atas titik didihnya , molekul-molekul benar-benar berdiri sendiri, tidak ada gaya tarik antarmolekul.

Akan tetapi, pada suhu yang relatif rendah dan tekanan yang relatif tinggi, yaitu mendekati titik embunnya, terdapat suatu gaya tarik-menarik antarmolekul. Gaya tarik menarik antar molekul itulah yang memungkinkan suatu gas dapat mengembun James E. Molekul-molekul dalam zat cair atau dalam zat padat diikat oleh gaya tarik- menarik antar molekul.

Oleh karena itu, untuk mencairkan suatu zat padat atau untuk menguapkan suatu zat cair diperlukan energi untuk mengatasi gaya tarik-menarik antar molekul.

Makin kuat gaya tarik antar molekul, makin banyak energi yang diperlukan untuk mengatasinya, maka semakin tinggi titik cair atau titik didih. Orbital Asal Orbital Hibrida Bentuk Orbital Gambar Hibrida s, p sp linier s, p, p sp2 segitiga sama sisi s, p, p, p sp3 tetrahedron s, p, p, p, d sp3 d bipiramida trigonal s, p, p, p, d, d sp3 d2 oktahedron Tabel 1. Silberberg, Pada waktu membahas struktur elektron, kita mengacu pada peluang untuk menemukan elektron di daerah tertentu pada waktu tertentu.

Elektron senantiasa bergerak dalam orbit. Perpindahan elektron dari suatu daerah ke daerah lainnya menyebabkan suatu molekul yang secara normal bersifat nonpolar menjadi polar, sehingga terbentuk suatu dipol sesaat. Dipol yang terbentuk dengan cara itu disebut dipol sesaat karena dipol itu dapat berpindah milyaran kali dalam 1 detik.

Pada saat berikutnya, dipol itu hilang atau bahkan sudah berbalik arahnya. Suatu saat yang mungkin terjadi digambarkan pada gambar 1. Dipol sesaat pada suatu molekul dapat mengimbas pada molekul di sekitarnya, sehingga membentuk suatu dipol terimbas.

Hasilnya adalah suatu gaya tarik-menarik antarmolekul yang lemah. Penjelasan teoritis mengenai gaya-gaya ini dikemukakan oleh Fritz London pada tahun Oleh karena itu gaya ini disebut gaya London disebut juga gaya dispersi James E. Kemudahan suatu molekul untuk membentuk dipol sesaat atau untuk mengimbas suatu molekul disebut polarisabilitas. Polarisabilitas berkaitan dengan massa molekul relatif Mr dan bentuk molekul.

Pada umumnya, makin banyak jumlah elektron dalam molekul, makin mudah mengalami polarisasi. Oleh karena jumlah elektron berkaitan dengan massa molekul relatif, maka dapat dikatakan bahwa makin besar massa molekul relatif, makin kuat gaya London.

Molekul yang bentuknya panjang lebih mudah mengalami polarisasi dibandingkan molekul yang kecil, kompak, dan simetris. Misalnya, normal pentana mempunyai titik cair dan titik didih yang lebih tinggi dibandingkan neopentana. Kedua zat itu mempunyai massa molekul relatif yang sama besar. Zat yang molekulnya bertarikan hanya berdasarkan gaya London, yang mempunyai titik leleh dan titik didih yang rendah dibandingkan dengan zat lain yang massa molekul relatifnya kira-kira sama.

Jika molekul-molekulnya kecil, zat-zat itu biasanya berbentuk gas pada suhu kamar, misalnya hidrogen H2 , nitrogen N2 , metana CH4 , dan gas-gas mulia. Gaya Tarik Dipol-dipol Molekul yang sebaran muatannya tidak simetris, bersifat polar dan mempunyai dua ujung yang berbeda muatan dipol. Dalam zat polar, molekul- molekulnya cenderung menyusun diri dengan ujung pol positif berdekatan dengan ujung pol negatif dari molekul di dekatnya.

').f(b.get(["POPULAR_CATEGORIES"],!1),b,"h",["s"]).w("

Suatu gaya tarik-menarik yang terjadi disebut gaya tarik dipol-dipol. Gaya tarik dipol-dipol lebih kuat dibandingkan gaya dispersi gaya London , sehingga zat polar cenderung mempunyai titik cair dan titik didih lebih tinggi dibandingkan zat nonpolar yang massa molekulnya kira-kira sama. Contohnya normal butana dan aseton James E. Gaya-gaya antarmolekul, yaitu gaya dispersi gaya London dan gaya dipol- dipol, secara kolektif disebut gaya Van der Waals. Gaya dispersi terdapat pada setiap zat, baik polar maupun nonpolar.

Gaya dipol-dipol yang terdapat pada zat polar menambah gaya dispersi dalam zat itu. Dalam membandingkan zat- zat yang mempunyai massa molekul relatif Mr kira-kira sama, adanya gaya dipol-dipol dapat menghasilkan perbedaan sifat yang cukup nyata. Misalnya, normal butana dengan aseton. Akan tetapi dalam membandingkan zat dengan massa molekul relatif Mr yang berbeda jauh, gaya dispersi menjadi lebih penting.

Kenyataannya, HI mempunyai titik didih lebih tinggi daripada HCl. Berarti, lebih polarnya HCl tidak cukup untuk mengimbangi kecenderungan peningkatan gaya dispersi akibat pertambahan massa molekul dari HI. Ikatan Hidrogen Antara molekul-molekul yang sangat polar dan mengandung atom hidrogen terjadi ikatan hidrogen. Perilaku normal ditunjukkan oleh senyawa hidrida dari unsur-unsur golo- ngan IVA, yaitu titik didih meningkat sesuai dengan penambahan massa molekul. Kecenderungan itu sesuai dengan yang diharapkan karena dari CH4 ke SnH4 massa molekul relatif meningkat, sehingga gaya Van der Waals juga makin kuat.

Ketiga senyawa itu mempunyai titik didih yang luar biasa tinggi dibandingkan anggota lain dalam kelompoknya. Fakta itu menunjukkan adanya gaya tarik-menarik antarmolekul yang sangat kuat dalam senyawa-senyawa tersebut. Walaupun molekul HF, H2 O, dan NH3 ber- sifat polar, gaya dipol-dipolnya tidak cukup kuat untuk menerangkan titik didih yang mencolok tinggi itu. Perilaku yang luar biasa dari senyawa-senyawa yang disebutkan di atas disebabkan oleh ikatan lain yang disebut ikatan hidrogen James E.

Akibatnya, atom H dari satu molekul terikat kuat pada atom unsur yang sangat elektronegatif F, O, atau N dari molekul tetangganya melalui pasangan elektron bebas pada atom unsur berkeelektronegatifan besar itu. Ikatan hidrogen dalam H2 O disajikan pada gambar 1. Diketahui massa molekul dari beberapa zat sebagai berikut. Susunlah zat-zat itu berdasarkan titik didihnya dan jelaskan alasan Anda! Ramalkan titik didih unsur-unsur halogen, dari atas ke bawah bertambah atau berkurang? Jelaskan jawaban Anda!

Urutkan interaksi antarpartikel ikatan kovalen, ikatan Van der Waals, dan ikatan hidrogen, dimulai dari yang terlemah! Teori kuantum adalah teori yang didasarkan pada pernyataan bahwa energi berada dalam satuan yang sangat kecil, yang nilainya tertentu yang disebut kuanta. Jika terjadi pengalihan energi, seluruh kuantum terlibat. Energi dari seberkas sinar terpusatkan dalam foton ini.

Fotolistrik adalah listrik yang diinduksi oleh cahaya foton. Spektrum atom spektrum garis adalah spektrum yang dihasilkan oleh sinar yang dipancarkan oleh atom yang tereksitasi. Spektrum ini hanya mempunyai sederet garis warna dengan panjang gelombang tertentu. Kulit atom adalah lintasan elektron di mana elektron dapat beredar tanpa pemancaran atau penyerapan energi dan berupa lingkaran dengan jari-jari tertentu.

Bilangan kuantum adalah bilangan bulat yang nilainya harus ditentukan untuk dapat memecahkan persamaan mekanika gelombang, yang dimulai dari kulit K, L, M, dan seterusnya.

Ground state tingkat dasar adalah keadaan di mana elektron mengisi kulit-kulit dengan tingkat energi terendah. Excited state keadaan tereksitasi adalah keadaan di mana ada elektron yang menempati tingkat energi yang lebih tinggi. Untuk menyatakan kedudukan tingkat energi, bentuk, serta orientasi suatu orbital menggunakan tiga bilangan kuantum, yaitu bilangan kuantum utama n , bilangan kuantum azimuth l , dan bilangan kuantum magnetik ml atau m.

Bilangan kuantum utama n menyatakan tingkat energi utama atau kulit atom. Bilangan kuantum azimuth l menyatakan subkulit. Latihan 1. Bilangan kuantum magnetik m menyatakan letak orbital khusus yang ditempati elektron pada suatu subkulit. Sambil beredar mengintari inti, elektron juga berputar pada sumbunya.

Arah rotasi elektron searah atau berlawanan arah jarum jam. Konfigurasi elektron adalah gambaran yang menunjukkan penempatan elektron dalam orbital-orbitalnya dalam suatu atom. Asas Aufbau menyatakan pengisian orbital dimulai dari tingkat energi yang paling rendah. Kaidah Hund menyatakan jika terdapat orbital-orbital yang peringkat energinya sama, maka setiap orbital hanya berisi elektron tunggal lebih dahulu, sebelum diisi oleh pasangan elektron.

Asas larangan Pauli menyatakan bahwa tidak ada dua elektron yang mempunyai empat bilangan kuantum yang sama. Dua elektron yang menempati orbital yang sama harus mempunyai arah rotasi yang berlawanan. Sistem periodik unsur modern SPU disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Periode adalah lajur-lajur horizontal dalam SPU.

Dalam SPU modern, periode disusun berdasarkan kenaikan nomor atom. Nomor periode suatu unsur sama dengan jumlah kulit unsur itu. Golongan adalah lajur-lajur vertikal dalam SPU, yaitu kelompok unsur yang disusun berdasarkan kemiripan sifat. Nomor golongan suatu unsur sama dengan jumlah elektron valensi unsur tersebut. Nomor periode sama dengan jumlah kulit, di mana nomor periode suatu unsur dapat diambil dari nomor kulit paling besar.

Sifat-sifat unsur ditentukan oleh elektron valensinya. Unsur-unsur yang segolongan memiliki sifat-sifat kimia yang sama. Dalam menentukan konfigurasi elektron perlu memperhatikan tiga hal, yaitu unsur- unsur utama, unsur-unsur transisi, dan unsur-unsur transisi—dalam. Unsur-unsur utama adalah unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada subkulit s atau subkulit p. Unsur-unsur transisi adalah unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada subkulit d.

Unsur-unsur transisi—dalam adalah unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada subkulit f. Hubungan sistem periodik dengan konfigurasi elektron dapat dilihat sesuai dengan prinsip Aufbau, bergerak dari kiri ke kanan sepanjang periode, kemudian meningkat ke periode berikutnya. Bentuk molekul adalah suatu gambaran geometris yang dihasilkan jika inti atom- atom terikat dihubungkan oleh garis lurus, berkaitan dengan susunan ruang atom- atom dalam molekul.

Domain elektron berarti kedudukan elektron atau daerah keberadaan elektron, jumlah domain ditentukan oleh pasangan elektron ikatan atau pasangan elektron bebas. Molekul polar dan nonpolar dapat ditentukan dengan percobaan yang dilakukan di dalam medan listrik suatu kondensor.

Hibridisasi adalah penggabungan orbital atom sederhana untuk menghasilkan orbital- orbital hibrida baru. Gaya tarik antarmolekul adalah gaya yang mengukuhkan atom-atom dalam molekul. Gaya London adalah gaya tarik—menarik antara molekul yang lemah. Polarisabilitas adalah kemudahan suatu molekul untuk membentuk dipol sesaat atau untuk mengimbas suatu molekul.

Gaya tarik dipol-dipol terjadi karena molekul yang sebaran muatannya tidak simetris bersifat polar dan mempunyai dua ujung yang berbeda muatan dipol , sehingga ujung pol positif berdekatan dengan ujung pol negatif dari molekul di dekatnya. Gaya Van der Waals adalah gaya dipol-dipol secara kolektif.

Ikatan hidrogen adalah ikatan antara molekul-molekul yang sangat polar dan mengandung atom hidrogen. Ikatan ion adalah ikatan antara molekul-molekul dalam senyawa logam. Jaringan ikatan kovalen adalah jaringan ikatan dalam berbagai jenis zat padat, seperti karbon dan silika. Di dalam sistem periodik, unsur-unsur transisi terletak di antara golongan- golongan …. Unsur-unsur transisi-dalam mulai dijumpai pada periode ….

Suatu atom unsur X mempunyai susunan elektron: Unsur tersebut adalah …. Diketahui konfigurasi elektron dari beberapa unsur sebagai berikut. Tiga unsur yang dalam sistem periodik terletak diagonal satu sama lain memiliki susunan elektron terluar menurut aturan adalah ….

Jumlah elektron tidak berpasangan yang paling banyak akan dijumpai pada golongan …. VIA C.

VIB E. VIIB 8. Pernyataan yang tidak benar mengenai unsur M adalah …. Ion X2- mempunyai konfigurasi elektron: Dalam sistem periodik, unsur X terletak pada …. Jika unsur A membentuk senyawa yang stabil A NO3 2 , maka konfigurasi elektron unsur tersebut adalah …. Konfigurasi elektron atom titanium adalah 1s2 , 2s2 , 2p6 , 3s2 , 3p6 , 3d2 , 4s2.

Senyawa berikut yang tidak dapat dibentuk adalah …. K3 TiO3 B. K2 TiF6 C. TiO2 D. K2 TiO4 E. TiCl3 Raksa merkuri dalam sistem periodik terletak pada periode 6 golongan IIB. Elektron terakhir atom raksa memiliki bilangan kuantum, yaitu …. Tiga unsur yang dalam sistem periodik atau susunan berkala letaknya diagonal satu terhadap yang lain memiliki susunan elektron terluar menurut aturan ada- lah ….

Banyaknya pasangan elektron bebas pada atom pusat dalam senyawa PCl3 ada- lah …. Bentuk molekul IF3 adalah …. Molekul XCl3 mempunyai momen dipol sama dengan nol. Bentuk molekul itu adalah …. Peristiwa perpindahan elektron berlangsung pada pembentukan senyawa ….

HBr D. H2 SO4 B. NH4 Cl E. NH3 C. AlH3 Sulfida di bawah ini yang mengandung ikatan kovalen adalah …. Na2 S D. CS2 B. BaS E. PbS C. Al2 S3 AB yang berikatan kovalen B. A2 B yang berikatan kovalen C. AB2 yang berikatan kovalen D.

AB2 yang berikatan ion E. A2 B yang berikatan ion Di antara kelompok senyawa berikut, kelompok yang semua anggotanya bersifat polar adalah Hal ini terjadi karena …. Jika arus listrik dialirkan melalui NaCl cair dan HCl cair, maka …. NaCl dan HCl meneruskan aliran listrik D. NaCl dan HCl tidak meneruskan aliran listrik E. NaCl dan HCl meneruskan aliran listrik hanya jika dilarutkan ke dalam air Ikatan yang terdapat dalam molekul antara atom N dengan atom H dan antar molekul NH3 adalah ….

Gaya tarik—menarik antarmolekul yang paling kuat terjadi pada zat …. Titik didih metana CH4 lebih tinggi daripada neon Ne karena …. Suatu padatan dengan struktur kristal ionik akan memiliki sifat-sifat, yaitu ….

Unsur Y dalam inti atomnya mengandung 13 proton dan 14 neutron. PDF File kritik - kunci jawaban lks fisika kelas xi penerbit To find more books..

May 22, Mar 25, Ye Vaipuga.

Download our kunci jawaban lks fisika penerbit viva pakarindo kelas xi semester 1 eBooks for free and learn more about kunci jawaban lks fisika penerbit viva.. To good out an superior search.

GMT lks penjas kharisma klas pdf - To good. Kunci jawaban akhir semester lks fisika kelas xi semester dua Soal UKK. Genap Dan Kunci Jawaban Periksa dan bacalah kelas 11 penerbit erlangga. Log In Sign Up; more. Dalam Kurikulum , sumber setiap tingkat pendidikan menggunakan lebih belajar berupa buku. Lks Fisika. Kelas Xi Semester 2.HBr D. Materi dalam buku ini disajikan dengan runtut disertai contoh- contoh dan ilustrasi yang jelas, dengan kalimat yang yang sederhana dan bahasa yang komunikatif.

Creative Commons License improving students' scientific attitude towards Kuantum Spin menunjukkan Sub. Sifat Asam dan Basa Sekilas mungkin lo berpikir untuk mengalokasikan waktu lebih banyak untuk belajar aritmetika saja, tapi tunggu dulu.

Tuliskan persamaan termokimia pembakaran gas asetilena tersebut! Berikut ini merupakan gambar bentuk orbital d : 2 2 Yang merupakan gambar bentuk orbital d adalah….. Apakah gaya London berlaku untuk molekul-molekul polar? Tetapan Kesetimbangan